Dicakar Biawak, bukan Gigitan Buaya

Bocah wanita 7 tahun yang diduga dicakar Biawak, saat berenang di Sungai Segah.(IST)

TANJUNG REDEB, DISWAY – Viral di grup WhatsApp, seorang anak diduga digigit buaya di dermaga ketinting Rajanta, Sungai Segah, Tanjung Redeb Minggu (29/12). Korban mengalami luka di kaki kiri, dan mendapat 20 jahitan.

Berdasarkan pengakuan saksi, yang juga kakak korban, Fitdha (20), adik perempuannya berusia tujuh tahun, yang pada saat kejadian sedang berenang di dekat rumah di bantaran Sungai Segah, sekira pukul 08.00 Wita.

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono

Lanjutnya, saat korban berenang di Sungai Segah, korban sempat berteriak kesakitan, karena mengalami luka di kaki kiri.

Diungkapkan Kapolsek Tanjung Redeb, Iptu Rakhmad W.D, korban pada saat itu bersama kakaknya berenang di samping rumah di Jalan Tendean, Gang Karya II RT 2, Tanjung Redeb.

Berdasarkan pengakuan saksi, korban yang sedang berenang tiba- tiba berteriak “Ya Allah knapa ini “. Setelah itu, kemudian korban langsung naik ke tangga, dan melihat kondisi kaki kirinya mengalami banyak luka, hingga mengeluarkan darah.

  • kpu kutim1
  • kpu kutim2
  • kpu kutim3

Melihat kejadian, kakak korban langsung memanggil orangtuanya dan segera membawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Saksi kemudian memanggil bapaknya, dan langsung membawa korban ke rumah sakit,”katanya kepada DiswayBerau.

Dari kejadian tersebut, korban mendapatkan dua puluh jahitan. Dan saat ini korban sudah mendapatkan rawat jalan. Menurut keterangan dari orang tua korban bahwa yang melukai kaki anaknya bukanlah seekor buaya. Pendapat itu dilontarkan setelah sang ayah melihat luka yang dialami oleh anaknya.

“Berdasarkan pengakuan ayah korban, luka tersebut diduga bekas cakaran biawak dan bukan gigitan buaya,”ujarnya.

Menyikapi banyaknya berita hoax yang terjadi di media sosial, Kapolres Berau, AKBP Edy Setyanto Erning W melalui Kasubbag Humas, Lisinus Pinem meminta kepada masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah informasi yang beredar di media sosial.

“Ya diharapkan lebih bijak untuk menanggapi informasi yang beredar,” pungkasnya. (*/fst/app)

kpu kukar

Saksikan video menarik berikut ini: