Satpol PP Klaim Belum Temukan Gepeng

Gepeng yang sedang meminta-minta uang di tepian Jalan Pulau Derawan. (Fery Setiawan)

TANJUNG REDEB, DISWAY – Terkait keluhan masyarakat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Berau, telah melakukan patroli gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang berkeliaran di Tanjung Redeb.

Kepala Bidang Ketertiban Umum, Satpol PP Berau, Samsuddin membenarkan, bahwa pihaknya telah mendengar terkait keluhan masyarakat tentang keberadaan gepeng di Kabupaten Berau.

Menyikapi keluhan masyarakat, pihaknya melakukan patroli guna memantau perkembangan dan titik-titik penyebaran gepeng tersebut. Patroli Satpol PP dimulai 4 Desember hingga saat ini.

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono

“Patroli kami lakukan tiga kali dalam satu hari,”katanya kepada DiswayBerau.

Jika saat patroli ditemukan gepeng yang beraktivitas, pihaknya akan mengambil tindakan tegas. Apabila nantinya gepeng telah diamankan, akan langsung dilakukan pendataan dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos), guna mendapatkan bimbingan atau dipulangkan ke daerah asalnya.

“Sampai sejauh ini, kami belum menemukan gepeng,”ujarnya

Lanjut Samsuddin, apabila dalam patroli tersebut ditemukan gepeng yang melibatkan anak di bawah umur untuk mengemis, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan Polres Berau, untuk dilakukan tindakan khusus. Menurutnya, hal tersebut bukan lagi pelanggaran Peraturan Daerah (Perda), melainkan pelanggaran undang-undang terkait mempekerjakan anak di bawah umur.

“Saat ini kami fokus pencarian dulu, untuk selanjutnya kami akan tindak sesuai aturan,”ujarnya.

Dijelaskanya, penertiban gepeng tersebut diatur oleh dua Peraturan Daerah (Perda) yakni, Perda Nomor 13 tahun 2012 tentang Ketertiban dan Ketentraman dan Perda Nomor 9 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan dan Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial.

ucapan pemkab mahulu

“Saat ini Perda tersebut yang menjadi dasar kami melakukan penertiban,”tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Berau, melalui Satpol PP mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar ikut langsung dalam melakukan pemantauan penyebaran gepeng di Bumi Batiwakkal. Dikatakannya, dalam kasus seperti ini, para gepeng tersebut diduga memiliki koordinator.

“Dulu kami pernah mengamankan komplotan gepeng sekaligus dengan koordinatornya,”ungkapnya.

Samsuddin pun berharap bagi masyarakat yang melihat atau menemukan gepeng tersebut, agar menghubungi pihaknya guna dilakukan penindakan.

“Kami juga bingung, setiap patroli kami tidak pernah bertemu dengan gepeng itu,”pungkasnya.(*/fst/app)

Saksikan video menarik berikut ini: