Percepat Pembangunan PLTA

Presiden RI Joko Widodo, melakukan kunjungan kerja di sejumlah wilayah Kaltara. Tampak Gubenur Kaltara, Irianto Lambrie menggunakan sepeda motor mendampingi presiden menjajal jalan di Kecamatan Krayan, Nunukan. (humas)

TARAKAN, DISWAY – Salah satu inti kunjungan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Kaltara adalah mengecek kesiapan dimulainya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kaltara. Utamanya dua PLTA, di Sungai Kayan Bulungan dan di Mentarang Malinau.

Terkait hal tersebut, Jokowi meminta agar dilakukan percepetan pembangunan. Hal itu dibenarkan Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie. Presiden, kata Irianto, menegaskan bahwa manfaat dari pembangunan PLTA sangat besar sekali. Tak hanya untuk kesejahteraan masyarakat Kaltara.

  • sang badar
  • andirus
  • zairinsarwono

Namun juga bangsa Indonesia. Karena PLTA ini terintegrasi dengan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning – Mangkupadi.

“Pak Jokowi bilang, ini (PLTA) pengaruhnya akan sangat besar sekali. Besar sekali. Untuk itu beliau minta untuk ada percepetan dimulainya pembangunan,” kata Irianto saat dijumpai wartawan usai mendampingi presiden melakukan serangkaian kunjungan, Kamis (19/12).

Irianto mengatakan, dimulainya pembangunan konstruksi bendungan tinggal menunggu keluarnya izin keamanan bendungan. Presiden sudah memerintahkan Menteri PUPR untuk membantu percepatan keluarnya izin. “Insya Allah 2020 sudah bisa dimulai,” tegasnya.

Selain soal PLTA dan juga KIPI yang nantinya terintegrasi, hal lain yang menjadi perhatian presiden saat berkunjung ke Kaltara adalah soal pemenuhan infrastruktur. Baik itu infrastruktur jalan dan jembatan, fasilitas kesehatan, dan sektor perhubungan.

Untuk pembangunan jalan, sebagai infrastruktur untuk memperlancar konektivitas dan membuka keterisolasian wilayah. Salah satu yang menjadi prioritas pemerintah adalah jalan di wilayah perbatasan.

“Pembangunan jalan ke wilayah perbatasan terus dilanjutkan. Bahkan presiden ada upaya percepatan. Seperti di antaranya jalan dari Malinau ke Krayan. Insya Allah ditargetkan bisa tembus dan lancar pada 2022 mendatang,” kata gubernur.

Kemudian di sektor perhubungan. Diusulkan gubernur pengembangan Bandara Juwata Tarakan. Salah satunya perpanjangan runway ke arah laut. “Ini juga disetujui presiden. Nanti melalui Kementerian Perhubungan yang akan menindaklanjutinya,” kata Irianto.

Sementara di bidang kesehatan, presiden menaruh perhatian untuk pembangunan sarana kesehatan, seperti rumah sakit tipe D (pratama) di wilayah perbatasan. “Untuk ini sudah dibangun. Tinggal melengkapi alkes dan SDM nya. Insya Allah tahun depan sudah bisa dioperasikan,” tandasnya, seperti dirilis Humas Pemprov Kaltara. (*)

Saksikan video menarik berikut ini: